Cetak Qualified Job Seeker dan Job Creator Kementan Selaraskan Kurikulum Pendidikan Vokasi dan Iduka

BANJARBARU - Sumber Daya manusia (SDM) Pertanian yang andal sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan era 4.0 menuju era 5.0 diperlukan. untuk itu, melalui pendidikan vokasi, Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian khususnya generasi milenial. 

Salah satunya dengan cara menyelaraskan kurikulum pendidikan bersama Industri dan Dunia Kerja (Iduka) yang diselenggarakan oleh salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kementan Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru di Hotel Grand Dafam, Banjarbaru, Rabu (29/6/2022).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

“Pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian dalam menciptakan lapangan kerja di pedesaan, meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional. Regenerasi petani merupakan harga mati yang harus segera kita realisasikan bersama," tegas Mentan SYL.

Menurutnya, pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepeneur. “Melalui pendidikan vokasi kita menghubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan, dan siap untuk hal-hal yang baru," tambahnya.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan, untuk mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan.

"Maka melalui pendidikan vokasi, Kementan melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul (job seeker) serta sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, profesional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin (job creator)," ujar Dedi.

Menurut Ketua Panitia, Abdul Wahid, kegiatan yang diselenggarakan oleh SMK-PPN Banjarbaru ini bertujuan untuk me-link and match-kan antara Iduka SMK, bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada di industri diterapkan dalam pembelajaran di sekolah, sehingga kompetensi yang dimiliki siswa memenuhi standar industri.

Sebagai tindak lanjut, Wahid menyatakan bahwa SMK-PPN Banjabaru akan mengembangkan kurikulum berbasis Teaching Factory sesuai dengan materi yang diperoleh dalam kegiatan yang  berlangsung selama tiga hari tersebut.

Dalam kegiatan ini, beberapa narasumber dihadirkan, yakni Syamsuri dari Disdikbud Prov. Kalsel, Khusairi dari SMKN 3 Banjarbaru, Ida Yuniati S. dari SMKN 1 Pacet,  Agus Salim dari Direktorat SMK Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek dan Dahliani dari Balai Guru Penggerak Prov. Kalsel.[adv]