Tanpa Kejelasan Ganti Rugi, Warga Satui Walk Out dari Mediasi

BATULICIN - Sejumlah warga Satui Barat, Kecamatan Satui Barat, memilih walk out dari ruang rapat di Kantor Bupati Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan, Selasa (18/10/2022).

Warga yang memilih keluar dari ruang rapat tersebut tak lain merupakan korban yang rumahnya terdampak akibat aktivitas  tambang batu bara di wilayah Satui. 

Awalnya mereka ikut menghadiri undangan pertemuan terkait tindak lanjut penilaian proses ganti rugi terhadap warga korban yang terdampak aktivitas pertambangan batu bara di Satui Barat. 

Didampingi kuasa hukumnya, Agus Rismalian Noor, mereka menuntut penggantian rumah mereka yang retak.

Sayang, tidak ada jawaban yang jelas dari perusahan maupun dari pemerintah hingga membuat mereka memilih keluar dari rapat mediasi.

"Tidak ada putusan penjelasan, kami lebih baik keluar dari rapat ini," tandas Agus, kuasa hukum warga Satui Barat.

Rapat mediasi sendiri dipimpin Asisten Pemerintahan dan Administrasi Setda Tanbu, Hj Mariani, dan didampingi Asisten 3 Andi Aminudin.

Juga hadir Camat Satui, Kadri Mandar, Kabag Ops Polres Tanbu, Kompol Andri Hutagalung, Kapolsek Satui, Iptu Hardaya, personel Kodim dan Koramil, serta Kabag Hukum Pemkab Tanbu, Erly.

Miris, rapat itu akhirnya seperti tidak membuahkan hasil alias tidak ada putusan siapa yang akan membayar ganti rugi rumah warga yang kini retak dan mengkhawatirkan untuk ditempati itu.

Rapat ini sendiri turut dihadiri dua perusahaan, yaitu PT MJAB, dan PT Arutmin Satui. Sedang dua perusahaan lagi, yaitu PT ABC dan PT Autum, tidak hadir karena memang IUP-nya disebutkan sudah lama mati. 

"Kami di sini hanya memfasilitasi saja, karena kewenangan sebenarnya semuanya di pusat. Namun di sini kami mencari jalan tengahnya agar semua pihak perusahaan terlibat dalam ganti rugi rumah warga," tutur Hj Mariani. 

Saat dikonfirmasi, Legal PT MJAB, Ali Murtado mengatakan, pihaknya bersedia untuk berkontribusi dan memberikan tali asih kepada masyarakat namun tidak mungkin 100 persen. 

Sebab, lanjutnya, ini hanya sebagai wujud kepedulian MJAB, karena ada IUP terdekat yang lobangnya sudah ditinggalkan.

"Kami siap, tapi tidak sepenuhnya dan berharap bisa bekerjasama dengan semua perusahan yang ada di wilayah itu, karena konsesinya di luar itu dan area longsor di wilayah konsesi perusahaan lain," terangnya. 

"Kami siap berkontribusi memberikan tali asih," jelasnya. 

Sementara, dua orang dari Tim Humas PT Arutmin Indonesia, yang area longsor merupakan wilayah konsesinya, memilih tidak bersedia untuk berkomentar saat ditanyai awak media.[joni]