Bappedalitbang Gelar Ekspose BPR Balangan

PARA peserta Ekspose tengah melakukan diskusi.| foto : istimewa

PARINGIN - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Balangan menggelar Ekspos Akhir Kajian Investasi PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sanggam Cipta Sejahtera Kabupaten Balangan di Aula 1 Bapeddalitbang, Selasa (6/12/2022).

Dalam acara turut berhadir Kepala Badan Bappedalitbang Kabupaten Balangan beserta jajaran, Tim Peneliti LPPM Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, Perwakilan dari Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Kepala Bagian Perekonomian, Kepala Badan Keuangan, Kepala Bagian Hukum dan Direktur Utama PT. BPR Sanggam Cipta Sejahtera undangan lainnya.

Dana yang disediakan untuk penambahan modal PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kabupaten Balangan adalah Rp5 miliar.

Disampaikan oleh Kepala Badan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Balangan Rakhmadi Yusni tujuan dari pelaksanaan kegiatan ekspos ini adalah, untuk melaksanakan keinginan pemerintah untuk sarana permodalan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Balangan dengan bunga pinjaman 0% sekaligus permodalan untuk PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Balangan.

"Kita ingin menjawab dan melaksanakan keinginan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Balangan agar adanya tambahan permodalan untuk BPR Sanggam Cipta Sejahtera, sekaligus ingin merealisasikan untuk bantuan UMKM yang 0%," jelasnya.

Ia berharap, para pemangku tugas dalam penelitian dapat  menyambut dan merealisasikan apa yang menjadi rekomendasi dari tim peneliti.

"Kita berharap pemangku tugas bisa merealisasikan hasil dari penelitian ini," ucapnya.

Kadir selaku Ketua Tim Penelitian LPPM Universitas Lambung Mangkurat menambahkan bahwa untuk finalisasi penelitian ini akan secepatnya pihaknya selesaikan.

"Kami mengusahakan secepatnya, dalam dua atau tiga hari ke depan bisa selesai," terangnya. 

Kadir melanjutkan, untuk permasalahan yang terjadi dan dihadapi dalam penelitian ini adalah tentang pengumpulan data UMKM yang valid.

"Data UMKM yang valid itu yang sampai sekarang masih sulit," tutupnya.[martino]