Komitmen Hidup Sehat, Tanbu Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan

BATULICIN – Perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi komitmen bersama. Menandai gerakan itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar Deklarasi Desa Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan.

Deklarasi yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Tanbu, H Ambo Sakka ini dipusatkan di Gedung PKK Tanbu, Kecamatan Simpang Empat, Kamis (15/12/2022).

Sekda Ambo memberikan apresiasi setinggi-tingginya sekaligus menyambut baik atas pelaksanaan kegiatan Deklarasi Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan ini.

Seperti yang diketahui bersama, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku hygine dan sanitasi, melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan.

Selain itu, STBM memiliki indikator outcome dan indikator output, indikator outcome STBM, yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya, yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

Sedangkan indikator output salah satunya ialah setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar, sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air besar sembarangan tempat (ODF).

Jumlah desa di Tanbu ada sebanyak 149 desa, di mana dalam penyelenggaraan STBM yang telah dilakukan pemicuan oleh petugas sanitasi di wilayah kerjanya masing-masing sebanyak 140 desa dan kelurahan.

Dari 149 desa dan kelurahan yang telah dipicu dan dilaksanakan program STBM serta diverifikasi tahun 2022, sebanyak 42 desa yang dinyatakan terbebas dari BABS, dan sebagian desa ODF sebanyak 40 Desa yang di Deklarasikan.

“Karena itu, kami berharap semoga melalui kegiatan ini masyarakat, utamanya masyarakat di Kabupaten Tanah Bumbu dapat lebih mencintai kebersihan, dengan tidak melakukan buang air besar sembarangan, guna terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat, dalam mewujudkan Desa menuju Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Bumi Bersujud,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Ia juga menekankan kepada setiap pemangku kepentingan di Bumi Bersujud, untuk menjalankan amanah yang diemban dengan sebaik-baiknya termasuk dalam menyukseskan gerakan ini.

Termasuk Kepala Desa yang menjadi ujung tombak. Kepala Desa dituntut maksimal, dalam membangun dan bertanggung jawab dalam memperhatikan lingkungan sehat di desanya.

“Dengan bantu masyarakat berubah pola hidupnya, berubah naik kesejahteraannya, berubah taraf ekonominya lebih baik, apalagi terkait penerapan hidup sehat di masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Tanbu, dr Arman J Rikki selaku panitia pelaksana menyampaikan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah mencegah penularan penyakit yang diakibatkan oleh Buang Air Besar Sembarangan (BABS) seperti diare dan penyakit menular lainnya.

Dengan pengaplikasian desa berbasis lingkungan yang maksimal, dinilai dapat menciptakan perilaku masyarakat yang bersih dan sehat sehingga mengurangi risiko penularan penyakit.

Fawahisah Mahabattan selaku Ketua Forum Kabupaten Kota Sehat (KKS) Tanbu menyampaikan, sebagai prinsipnya Tanbu sebagai Serambi Madinah perlu diimplementasikan tentang nilai-nilai kebersihan dan kesehatan baik di tingkat kabupaten, kecamatan, serta desa atau kelurahan.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan kecamatan dan telah turun ke desa untuk mensosialisasikan terkait ajakan berperilaku hidup sehat ini.

“Masih ada beberapa perilaku yang kurang sehat. Berdasarkan hasil diskusi, salah satunya penyebabnya adalah kurangnya fasilitas sumber air yang dimiliki. Oleh sebab itu, mereka juga perlu difasilitasi dengan bantuan yang mendorong mereka dalam berperilaku bersih,” terang Fawahisah.[joni]