Rakor, Bartim Ditetapkan Siaga Darurat Bencana Karhutla

Rakor, Bartim Ditetapkan Siaga Darurat Bencana Karhutla


TAMIANG LAYANG - Wilayah Kabupaten Barito Timur resmi ditetapkan status siaga darurat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 

Penetapan status siaga darurat bencana Kahutla ini resmi dilakukan setelah dilaksanakan penandatanganan Berita Acara pada Rapat Koordinasi Karhutla di ruang rapat Bupati Barito Timur, Rabu (30/08/2023). 

Status siaga darurat Karhutla ini ditetapkan selama 90 hari sejak 1 September 2023 hingga 10 November 2023.

Selain menetapkan status siaga darurat Karhutla, rapat yang dihadiri langsung oleh Bupati Barito Timur ini juga sepakat membentuk posko siaga darurat bencana dan pos lapangan. 

Melalui rapat tersebut juga ditetapkan tugas pos lapangan (Poslap) diantaranya apel bersama karhutla di Posko, sosialisasi/patroli pencegahan Karhutla dan membantu pemadaman.

Sebelum menghasilkan kesepakatan yang tertuang dalam berita acara, Rakor Karhutla ini dibuka oleh Bupati Barito Timur, Ampera AY Mebas. 

Hadir dalam rapat koordinasi Karhutla Sekretaris Daerah Barito Timur, Panahan Moetar, SE, M.Si, Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah.

Juga Kepala Dinas/Badan se Kabupaten Barito Timur, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Buntok, Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan Produksi (KPHP) Barito Hilir, Manggala Agni, Camat se-Kabupaten Barito Timur, Pimpinan dari dunia usaha, Relawan dan Insan pers.

Bupati Ampera dalam sambutanya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada unsur Forkopimda dan seluruh peserta rapat. Melalui moment ini, Bupati Bartim berharap semakin meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Timur.

“Saya berharap melalui kegiatan ini akan terjalin dengan baik semangat kebersamaan seluruh pemangku kepentingan lintas sektoral untuk mewujudkan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Timur,” harap Bupati.[adv/yovan]

Lebih baru Lebih lama