BARABAI – RSUD H Damanhuri Barabai sukses mengharumkan nama daerah di kancah nasional dengan meraih penghargaan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2025 dari Kementerian PANRB, Rabu (11/2/2026).
Penghargaan bergengsi dalam ajang SAKIP ZI Award 2025 di Jakarta ini menjadi pengakuan atas transformasi rumah sakit dalam membangun tata kelola yang transparan dan akuntabel. Keberhasilan ini menempatkan RSUD Damanhuri sebagai salah satu instansi yang dinilai berhasil melakukan reformasi birokrasi secara nyata, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional dan bebas dari praktik pungutan liar maupun korupsi.
Direktur RSUD H Damanhuri Barabai, dr. Nanda Sujud Andi Yudha Utama, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah buah dari komitmen seluruh tim dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Hal ini menjadi bukti nyata komitmen rumah sakit dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan berintegritas,” jelas dr. Nanda usai menerima penghargaan.
Ia juga menekankan bahwa fokus utama rumah sakit bukan hanya pada administrasi, melainkan pada dampak langsung yang dirasakan oleh para pasien.
“Capaian ini juga mencerminkan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tambahnya.
Meski telah meraih predikat WBK, dr. Nanda mengingatkan jajarannya bahwa tantangan ke depan adalah mempertahankan budaya kerja yang sudah terbentuk dengan baik.
“Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan motivasi bagi kami untuk terus memperkuat komitmen dalam membangun budaya kerja yang berintegritas,” ucapnya dengan penuh syukur.
Beliau berharap pengakuan dari pemerintah pusat ini semakin meningkatkan kepercayaan warga Hulu Sungai Tengah terhadap kualitas layanan rumah sakit pelat merah tersebut.
“Prestasi ini diharapkan semakin memperkuat semangat seluruh jajaran RSUD H Damanhuri Barabai untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan,” tegasnya lagi.
Menutup keterangannya, dr. Nanda mengajak seluruh tenaga kesehatan dan staf untuk tetap konsisten menjadi pelayan publik yang tulus dan jujur.
“Menjaga budaya kerja yang bersih serta melayani adalah kunci agar manfaat keberadaan rumah sakit ini benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.[nata]
Tags
hulu sungai tengah
