Comeback Dramatis di Bawah Guyuran Hujan, Polres HST Bocah FC Tekuk Limpasu FC 2-1

Comeback Dramatis di Bawah Guyuran Hujan, Polres HST Bocah FC Tekuk Limpasu FC 2-1

BARABAI - Di bawah guyuran hujan lebat, skuad Polres HST Bocah FC sukses menciptakan comeback dramatis untuk menumbangkan Limpasu FC dengan skor tipis 2-1 pada laga lanjutan babak 32 besar turnamen Bupati HST Cup 2026 di Stadion Murakata Barabai, Senin (29/6/2026).

Pertandingan hari kedua puluh tiga ini tetap menyedot animo luar biasa dari masyarakat pencinta sepak bola di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 

Ratusan suporter garis keras dari kedua kesebelasan rela basah kuyup memadati tribune stadion demi mengawal tim kebanggaan mereka berlaga.

Sejak wasit M. Sapuani meniup peluit tanda dimulainya laga berdurasi dua kali tiga puluh menit, kondisi lapangan yang licin menuntut kedua kubu bermain ekstra hati-hati dalam membangun serangan. 

Namun, Limpasu FC justru tampil lebih efektif dengan mencuri keunggulan lebih dulu pada menit ke-20 melalui sontekan akurat Syaifudin yang gagal diantisipasi barisan pertahanan lawan.

Tensi permainan yang beriringan dengan perayaan gol pembuka tersebut turut memicu intensitas duel fisik antarpemain di atas rumput hijau. 

Sang pengadil lapangan pun terpaksa mengeluarkan dua kartu kuning pada paruh pertama, masing-masing untuk penggawa Limpasu FC, Lukman Hakim, pada menit ke-20 dan pemain Polres HST, Sahide, tujuh menit berselang.

Tertinggal satu angka membuat tim asal ibu kota kabupaten tersebut berusaha meningkatkan daya gedor demi menyamakan kedudukan sebelum jeda. 

Sayangnya, pertahanan solid kubu musuh sukses meredam setiap ancaman sehingga keunggulan 1-0 untuk Limpasu FC bertahan hingga waktu turun minum tiba.

Memasuki babak kedua, kesebelasan Polres HST Bocah FC langsung mengambil alih kendali permainan dengan mengurung separuh area lapangan demi mengejar ketertinggalan. 

Upaya keras bernuansa frustrasi ini tak jarang berujung pada pelanggaran taktikal yang memaksa Muhammad Yusuf diganjar kartu peringatan pada menit ke-38.

Menyadari tekanan bertubi-tubi yang datang mengancam, kubu Limpasu FC mulai memperlambat ritme untuk mengamankan kemenangan tipis mereka. 

Taktik tersebut justru menjadi bumerang ketika sang penjaga gawang, Muhammad Mizan, menerima hukuman kartu kuning pada menit ke-57 akibat sengaja mengulur-ulur waktu.

Keputusan krusial dari sang pengadil tampaknya merusak konsentrasi lini belakang tim asal Desa Limpasu tersebut. 

Tepat semenit kemudian, sebuah tembakan keras penggawa kepolisian yang awalnya membentur mistar gawang memantul mengenai tubuh Mizan dan meluncur masuk secara tidak sengaja menjadi gol bunuh diri.

Petaka bagi skuad Limpasu nyatanya belum berakhir karena momentum kebangkitan lawan seketika berlanjut di menit ke-59 atau sesaat sebelum peluit panjang berbunyi. 

Tendangan keras nan terukur dari Muhammad Dinan Dafli sukses merobek jala gawang, sekaligus membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Menanggapi kemenangan dramatis ini, Pelatih Polres HST Bocah FC, Daeng, mengaku sangat bersyukur sekaligus menyoroti lambatnya adaptasi taktik anak asuhnya. 

"Alhamdulillah hari ini diberi kemenangan walaupun itu dramatis, karena baru di menit-menit akhir kami bisa menemukan ritme permainan," ungkap sang juru taktik. 

Sementara itu, sang pahlawan kemenangan pencetak gol penentu, Muhammad Dinan Dafli, mengamini ketangguhan tembok pertahanan musuh yang sempat menyulitkan timnya. 

"Pertahanan lawan sangat kokoh, tetapi alhamdulillah kami masih percaya diri untuk bekerja keras mengejar ketertinggalan walau suplai bola dari gelandang agak kurang," ujar pemain tersebut. 

Demi menjaga asa melaju lebih jauh di kompetisi bergengsi ini, jajaran pelatih mengisyaratkan adanya perombakan strategi serta rencana penambahan amunisi pemain baru. 

Langkah evaluasi menyeluruh segera dirampungkan agar kelemahan pada distribusi bola maupun penyelesaian akhir tidak kembali terulang di fase krusial.

Berkat kemenangan sensasional pada menit penghujung tersebut, Polres HST Bocah FC berhak menyegel satu tempat bergengsi di fase perdelapan final. 

Tantangan berat selanjutnya telah menanti mereka saat dijadwalkan bersua Buluan FC B dalam laga perebutan tiket delapan besar pada Jumat 03 Juli 2026 mendatang.[nata]
Lebih baru Lebih lama