APBD 2027 HST Fokus Kualitas SDM & Ekonomi, Anggaran Disesuaikan Kemampuan Keuangan

APBD 2027 HST Fokus Kualitas SDM & Ekonomi, Anggaran Disesuaikan Kemampuan Keuangan

BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menetapkan arah pembangunan tahun 2027 berfokus pada peningkatan daya saing sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat, dengan penyesuaian anggaran menurun mengikuti kemampuan keuangan daerah, dalam penyampaian rancangan anggaran di Gedung DPRD HST Lantai Dua, Kamis (9/7/2026).
 
Dokumen Rancangan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara diserahkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, guna diselaraskan dengan rencana kerja pembangunan daerah maupun kebijakan nasional.
 
Bupati HST Samsul Rizal menjelaskan seluruh alokasi dana akan diprioritaskan untuk pemenuhan pelayanan dasar masyarakat serta pencapaian standar pelayanan minimal di setiap sektor pemerintahan. 

“Setiap program kerja harus disusun berdasar skala prioritas dan kebutuhan riil yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
 
Secara keseluruhan, pendapatan daerah tahun 2027 diproyeksikan sebesar 1,46 triliun rupiah atau turun 296,06 miliar rupiah dibandingkan target tahun berjalan. Penurunan ini dipengaruhi berkurangnya alokasi dana transfer pusat maupun pendapatan lain-lain yang sah.
 
“Meski demikian, Pendapatan Asli Daerah kita tetap ditargetkan naik menjadi 259,14 miliar rupiah, meningkat sekitar 125 juta rupiah sebagai upaya memperkuat kemandirian keuangan daerah,” tambah Samsul Rizal.
 
Sejalan dengan pendapatan, total pagu belanja disusun sebesar 1,90 triliun rupiah, turun 308,31 miliar rupiah. Sebagian besar dialokasikan untuk belanja operasi sebesar 1,48 triliun rupiah, sedangkan belanja modal untuk pembangunan infrastruktur sebesar 216,04 miliar rupiah.
 
“Kita menyadari porsi operasional masih mendominasi, sehingga ruang untuk pembangunan fisik terbatas. Hal ini menuntut kita menentukan prioritas secara sangat cermat dan selektif,” tegasnya.
 
Tema pembangunan yang diusung adalah “Penguatan Daya Saing SDM dan Perekonomian Daerah yang Inklusif serta Berkelanjutan, serta Tata Kelola Pemerintahan yang Berakhlak”. Tema ini dijabarkan ke dalam tiga pilar utama pembangunan.
 
“Fokus utama kita adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat struktur ekonomi kerakyatan, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
 
Kondisi keuangan tersebut menimbulkan selisih anggaran atau defisit sebesar 450,5 miliar rupiah yang rencananya akan ditutup sepenuhnya menggunakan sisa anggaran tahun sebelumnya. 

“Kita juga alokasikan 10 miliar rupiah untuk penyertaan modal usaha daerah, sehingga keseimbangan anggaran tetap terjaga,” paparnya.
 
Pihaknya berharap pembahasan bersama anggota legislatif dapat berjalan sinergis guna menyempurnakan rancangan tersebut. 

“Kami sangat mengharapkan saran dan masukan konstruktif agar dokumen ini menjadi dasar pembangunan yang nyata membawa kesejahteraan bagi masyarakat HST,” harapnya.[nata]
Lebih baru Lebih lama