Pembangunan HST 2027, Kualitas SDM dan Ekonomi Kerakyatan Jadi Prioritas Utama

Pembangunan HST 2027, Kualitas SDM dan Ekonomi Kerakyatan Jadi Prioritas Utama

BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menetapkan arah strategi pembangunan tahun 2027 yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi merata, serta tata kelola pemerintahan yang bersih, dalam rancangan kebijakan anggaran yang diserahkan di Gedung DPRD HST, Kamis (9/7/2026).
 
Seluruh rencana kerja ini disusun selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah serta kebijakan nasional, guna memastikan setiap program yang dijalankan memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
 
Bupati HST Samsul Rizal menegaskan bahwa setiap alokasi kegiatan dipastikan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar warga serta pencapaian standar pelayanan minimal di seluruh sektor pemerintahan. 

“Setiap anggaran yang digunakan harus benar-benar ditujukan untuk memenuhi hak publik dan mencapai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
 
Mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah dibandingkan luasnya kebutuhan pembangunan, pemerintah menekankan perlunya ketajaman dalam menentukan skala prioritas. 

“Kita wajib memilah mana yang paling mendesak dan memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat,” tambahnya.
 
Adapun tema pembangunan yang diusung untuk tahun 2027 adalah “Penguatan Daya Saing SDM dan Perekonomian Daerah yang Inklusif serta Berkelanjutan, serta Tata Kelola Pemerintahan yang Berakhlak”.
 
Tema besar tersebut kemudian dijabarkan ke dalam tiga pilar utama yang menjadi landasan seluruh kebijakan pembangunan di daerah. 

“Pilar pertama adalah peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, karena ini merupakan fondasi utama kemajuan daerah,” jelas Samsul Rizal.
 
Pilar kedua berfokus pada penguatan struktur dan kinerja perekonomian daerah yang inklusif, sehingga kemajuan ekonomi dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat, baik di pusat maupun pelosok desa.
 
“Sedangkan pilar ketiga adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berintegritas, agar pelayanan publik berjalan efektif, efisien, serta dapat dipercaya oleh masyarakat,” tegasnya.
 
Pemerintah berharap rancangan ini dapat segera dibahas dan disempurnakan bersama DPRD guna mencapai kesepakatan paling lambat minggu kedua bulan Agustus mendatang. 

“Kami sangat mengharapkan saran dan masukan yang membangun, agar dokumen ini menjadi rencana kerja yang kokoh dan tepat sasaran,” katanya.
 
Seluruh langkah perencanaan ini ditujukan untuk mewujudkan cita-cita bersama, yaitu Hulu Sungai Tengah yang religius, sejahtera, dan bermartabat bagi seluruh warganya.[nata]
Lebih baru Lebih lama