BARABAI – Perselisihan yang menyertai pertandingan babak 16 besar Bupati HST Cup 2026 antara Bhazink FC dan Antaludin FC di Stadion Murakata, Barabai, pada Jumat 3 Juli 2026 akhirnya diselesaikan secara damai dalam pertemuan mediasi yang berlangsung Sabtu (4/7/2026).
Pertandingan tersebut berlangsung dengan tensi tinggi sepanjang durasi, sebelum Bhazink FC berhasil mencetak satu gol pada menit akhir sehingga mengunci kemenangan dengan skor 1-0.
Suasana berubah drastis dan memanas tepat saat wasit Angga Nur Hidayat meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Kericuhan bermula dari ketidakpuasan pihak Antaludin FC terhadap sejumlah keputusan teknis yang diambil oleh wasit selama pertandingan berlangsung.
Sejumlah pemain Antaludin FC segera mendatangi petugas wasit untuk menyampaikan protes secara langsung, yang kemudian membuat situasi semakin memburuk.
Tidak hanya pemain, sebagian pendukung yang berada di tribun penonton juga turun ke area lapangan hingga menimbulkan kepadatan di pinggir garis permainan.
Dalam kekacauan itu, wasit Angga Nur Hidayat dilaporkan menerima pukulan di bagian wajah dari salah satu pendukung yang masuk ke area pertandingan.
Panitia pelaksana dengan sigap mengerahkan petugas keamanan dan perwakilan tim untuk menenangkan suasana serta memisahkan kedua belah pihak.
Meskipun sempat terjadi ketegangan yang cukup panjang, panitia menegaskan hasil pertandingan tetap sah dan kemenangan 1-0 menjadi milik Bhazink FC.
Keesokan harinya, pihak manajemen Antaludin FC menghadiri pertemuan mediasi yang difasilitasi panitia pelaksana untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pelaksana sekaligus Ketua KONI Hulu Sungai Tengah Yajid Fahmi AS, wasit Angga Nur Hidayat, perwakilan kedua tim, serta awak media.
Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak menyepakati perjanjian perdamaian dan saling bersalaman sebagai tanda persaudaraan yang terjalin kembali.
"Saya mewakili seluruh jajaran manajemen, pemain, dan pendukung Antaludin FC menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada panitia, wasit, dan pihak lain yang dirugikan atas insiden tersebut," ujar Manajer Antaludin FC Akbar Anugrah Wardana.
Ia menambahkan bahwa peristiwa ini akan menjadi catatan penting agar seluruh elemen tim dan pendukungnya dapat lebih menjaga sikap serta mengendalikan emosi di masa mendatang.
"Saya menerima permohonan maaf yang disampaikan dengan tulus, dan saya anggap permasalahan ini telah selesai sepenuhnya," ungkap wasit Angga Nur Hidayat.
Panitia pelaksana berjanji akan memperbaiki sistem pengamanan serta pengawasan di setiap pertandingan selanjutnya agar kejadian serupa tidak terulang.[nata]
Tags
humaniora
