Matangkan Persiapan Hari Jadi ke-76 dan Kalsel Expo 2026, Pemprov Kalsel Ajak Media Perkuat Informasi Publik

Matangkan Persiapan Hari Jadi ke-76 dan Kalsel Expo 2026, Pemprov Kalsel Ajak Media Perkuat Informasi Publik

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mematangkan persiapan peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-76 Kalimantan Selatan melalui kegiatan Bincang Santai yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel di Depot Soraya, Banjarmasin, Selasa (4/8/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi wadah koordinasi sekaligus penyamaan persepsi antara pemerintah daerah dan insan pers menjelang rangkaian Hari Jadi Kalsel dan Kalsel Expo 2026.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin, Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim, kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, tenaga ahli gubernur, tim ahli media, pimpinan organisasi pers, serta jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, televisi, radio, dan media siber.

Dalam forum tersebut, pemerintah membahas tiga agenda utama, yakni rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan, pelaksanaan Kalsel Expo 2026, serta penyampaian capaian pembangunan yang merupakan implementasi visi dan misi Gubernur H. Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi di berbagai sektor.

Sekdaprov Kalsel H. Muhammad Syarifuddin mengatakan, Hari Jadi Kalimantan Selatan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi terhadap berbagai capaian pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah sekaligus pijakan untuk menyusun langkah pembangunan ke depan.

"Hari Jadi ini adalah ruang refleksi kita bersama, menengok sejauh mana pembangunan yang sudah berjalan. Lalu bagaimana langkah kita menata ke depan agar pembangunan benar-benar berdampak pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Mengusung tema "Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju", peringatan Hari Jadi tahun ini diharapkan menjadi simbol semangat kebersamaan, kerja cepat, serta komitmen seluruh elemen masyarakat dalam membangun Kalimantan Selatan yang lebih maju. Pemerintah juga menegaskan seluruh rangkaian kegiatan tetap mengedepankan prinsip efisiensi anggaran tanpa mengurangi makna peringatan.

Syarifuddin menuturkan, salah satu tujuan kegiatan Bincang Santai adalah memastikan seluruh informasi mengenai Hari Jadi Kalsel, Kalsel Expo, serta berbagai program pembangunan dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat melalui media massa.

Ia juga mengungkapkan, jadwal puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan mengalami penyesuaian. Semula dijadwalkan pada 14 Agustus 2026, namun dimajukan menjadi 13 Agustus 2026 karena bertepatan dengan hari Jumat. Peringatan tersebut sekaligus akan dirangkaikan dengan peresmian Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di kawasan Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru.

Menurutnya, keberadaan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari diharapkan menjadi ikon baru Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sekaligus memperkuat potensi wisata religi di kawasan perkantoran gubernur.

Selain peringatan Hari Jadi, Pemprov Kalsel juga akan menggelar Kalsel Expo 2026 pada 12 hingga 18 Agustus 2026 di kawasan Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Kegiatan tersebut akan menghadirkan ratusan stan dari perangkat daerah, pelaku UMKM, dunia usaha, serta berbagai hiburan rakyat sebagai ajang promosi produk unggulan, kuliner halal, dan potensi ekonomi daerah.

Untuk memudahkan masyarakat mengunjungi lokasi expo, Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan menyiapkan empat unit bus gratis yang akan melayani rute Bundaran Simpang Empat Banjarbaru menuju kawasan Perkantoran Gubernur mulai pukul 10.00 hingga 22.00 Wita selama penyelenggaraan Kalsel Expo.

Dalam kesempatan itu, Syarifuddin juga menyampaikan tiga harapan kepada insan pers, yakni membantu menyosialisasikan seluruh rangkaian Hari Jadi dan Kalsel Expo, menyajikan informasi yang akurat, logis, dan mudah dipahami masyarakat, serta berperan aktif menangkal penyebaran hoaks yang dapat memecah persatuan.

"Kami berharap media dapat menjadi mitra pemerintah dalam memberikan informasi yang benar kepada masyarakat sehingga tidak mudah terpengaruh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kami juga terbuka menerima berbagai masukan dari insan pers sebagai bahan evaluasi pembangunan," katanya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel Muhammad Muslim menegaskan media merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun komunikasi publik. Menurutnya, berbagai program dan hasil pembangunan perlu dipublikasikan secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, transparan, dan berimbang.

"Kami meyakini satu kegiatan yang dipublikasikan dengan baik akan memberikan dampak yang luas kepada masyarakat. Sebaliknya, sebanyak apa pun kegiatan yang dilakukan apabila tidak diinformasikan, maka masyarakat tidak akan mengetahui hasil pembangunan tersebut. Karena itu pemerintah dan media merupakan dua sisi yang saling melengkapi dalam mewujudkan komunikasi publik yang sehat," pungkasnya.[iqbal]

Lebih baru Lebih lama