BARABAI — Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan dan perundungan bagi warga belajar satuan pendidikan kesetaraan guna menjamin suasana pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Yuda Lalana Dinas Pendidikan HST, Rabu (2/9/2026), dengan melibatkan para peserta didik serta pengelola pendidikan kesetaraan dari berbagai wilayah di kabupaten ini.
Lingkungan belajar yang ideal tidak sekadar menyediakan ruang dan sarana fisik, melainkan menjamin setiap warga belajar merasa dihargai, diterima, serta terbebas dari segala bentuk tekanan maupun tindakan yang merugikan.
Wakil Bupati HST Gusti Rosyadi Elmi menegaskan bahwa pendidikan adalah hak yang melekat pada setiap warga negara, sehingga terciptanya iklim yang kondusif menjadi syarat mutlak agar proses pembelajaran dapat berjalan maksimal.
“Setiap warga berhak memperoleh pendidikan dalam suasana yang aman, tenang, dan bebas dari ancaman maupun perlakuan yang tidak menyenangkan,” ujar Gusti Rosyadi.
Kepala Dinas Pendidikan HST H. Muhammad Anhar menyampaikan bahwa pencegahan perundungan tidak dapat hanya diserahkan kepada pihak sekolah, melainkan harus tumbuh dari kesadaran dan kepedulian seluruh anggota lingkungan pendidikan.
“Jika ada tanda-tanda tindakan perundungan, jangan didiamkan. Saling mengingatkan dan saling peduli harus menjadi kebiasaan agar kita bersama-sama mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih ramah dan mendukung,” tegas Anhar.
Perundungan dapat berwujud ejekan, penghinaan, pengucilan, ancaman, kekerasan fisik, hingga tindakan melalui media sosial yang kerap tidak disadari dampaknya.
Dampak yang ditimbulkan dapat merusak kepercayaan diri, menimbulkan ketakutan, menarik korban dari pergaulan, hingga mengikis semangat untuk menuntut ilmu secara keseluruhan.
Oleh karena itu, kesadaran untuk tidak melakukan, membiarkan, maupun menutup-nutupi tindakan perundungan diharapkan menjadi budaya bersama agar setiap warga belajar dapat berkembang dengan tenang dan penuh harapan.
“Kami berharap seluruh peserta menjadi pelopor sekaligus pengawas di lingkungannya masing-masing, sehingga tidak ada lagi warga belajar yang merasa terasing atau terancam dalam mengejar cita-citanya,” pungkas Anhar.[nata]
Tags
hulu sungai tengah
