KEPALA Pelaksana BPBD Balangan, H. Rahmi terjun langsung monitoring dan pantau langsung kondisi lapangan.| foto : istimewa
PARINGIN - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Balangan mulai menunjukkan penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut turut dipengaruhi hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Balangan setelah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mencatat sebanyak 60 kejadian karhutla yang tersebar di seluruh kecamatan hingga 7 September 2026.
Dari jumlah tersebut, luasan lahan yang terdampak mencapai sekitar 204,265 hektare. Kebakaran paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Lampihong dan Batumandi.
Tingginya kasus karhutla tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan OMC sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan potensi curah hujan di wilayah yang membutuhkan.
Upaya tersebut turut memberikan dampak positif terhadap kondisi karhutla di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Balangan. Dalam beberapa hari terakhir, hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah dengan durasi sekitar 15 hingga 30 menit.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, mengatakan hujan yang terjadi setelah pelaksanaan OMC memberikan dampak terhadap perkembangan titik api di wilayah Balangan.
Menurutnya, jumlah titik api mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya.
“Sebelumnya kita ada 30 sampai 50 titik api, tapi setelah terjadi hujan berdasarkan data kami pada tanggal 8 hingga 10 September, turun menjadi 14 hingga 6 titik api,” kata Rahmi, Kamis (10/9/2026).
Penurunan tersebut kembali terlihat berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pada 10 September 2026, jumlah titik api di Balangan tercatat semakin berkurang menjadi tiga titik.
Rahmi menyebut, penurunan titik api menjadi indikasi positif dalam upaya pengendalian karhutla di Balangan. Meski demikian, kewaspadaan dan penanganan di lapangan tetap perlu dilakukan mengingat kondisi cuaca masih dapat berubah.
Ia juga mengungkapkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BMKG kembali melaksanakan OMC di wilayah Kalimantan Selatan pada 9 hingga 13 September 2026 sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla.
“Kita harapkan kegiatan OMC ini terus dilanjutkan, sehingga penanganan karhutla di Kalimantan Selatan, khususnya Balangan, dapat lebih terkendali,” harapnya.
Dengan mulai turunnya jumlah titik api dan adanya hujan di sejumlah wilayah, BPBD Balangan berharap kondisi karhutla dapat terus membaik sehingga risiko asap dan meluasnya kebakaran dapat ditekan.[martin]
Tags
balangan
