BBPP Binuang Latih Peserta SSW

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang bersama Komunitas Penyedia Tenaga Kerja Internasional Indonesia (Kapten), Ikatan Alumni magang jepang (IKAMAJA), TNI, Widyaiswara dan Tenaga Ahli, melatih petani muda untuk dikirimkan ke Jepang dalam rangka program Spesific Skill Worker (SSW).

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) dalam menyiapkan petani milenial. 

"Kita (Indonesia) membutuhkan petani milenial yang siap bersaing secara global. Untuk itu, kemampuan tenaga tani harus disiapkan, salah satunya melalui program magang," katanya. 

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, Kapten dipilih menjadi mitra karena sudah lama malang melintang di dunia pertanian. 

"Kapten tahu bagaimana mengelola para tenaga magang di luar negeri, apalagi di Jepang," katanya.

Ia menambahkan, Indonesia memang punya kompetensi dalam mengelola tenaga magang ke negara-negara yang sudah maju.

"Utamanya tentu saja ke negara-negara yang sudah maju pertaniannya misalnya Jepang, Taiwan, Australia, Korea dan sebagainya," jelasnya.

Dedi yakin saat ini kemampuan tenaga tani Indonesia akan meningkat pesat. 

"Pasti nanti output-nya juga akan meningkat pesat, sehingga juga ada yang istimewa. Sekarang target Pak Menteri itu 1000 orang berangkat ke Jepang. Itu istimewa. Sebab kalau tahun-tahun lalu itu paling sekitar 200-an, tetapi tahun ini harus 1000," ujarnya.

Pelatihan yang sedang berlangsung dari tanggal 25 Februari hingga 10 Mei 2021 mendatang dilaksanakan di Kampus BBPP Binuang. 

Secara garis besar peserta pelatihan didik dengan materi Charter Building, Komunikasi dan Etika Bisnis Pertanian, Perilaku Pertanian, dan  Pengembangan Ide usaha.

“Peserta di Kampus kita didik dengan cara Jepang, kegiatan pembangunan etos kerja, budaya kerja, dan kedisiplinan dilakukan setiap hari. Ini berguna untuk menguatkan mental peserta, selain itu peserta juga dilatih untuk memfasihkan bahasa jepang,” papar Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si saat memberikan arahan Apel Pagi kepada Pegawai.

Menurutnya, setiap kegiatan peserta selalu menggunakan bahasa jepang, agar nantinya lancar dan bisa berkomunikasi bahasa jepang dengan baik.

"Mereka yang siap bekerja perlu sehat secara fisik, mental dan kerohaniannya yang bagus," pungkasnya.[rilis]

Posting Komentar

0 Komentar