Songsong 1 Tahun Wisatani Layani Masyarakat Tani dan Penyuluh di Era Covid-19

RANTAU - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dengan pasukan Widyaiswara menyapa petani dan  penyuluh pertanian lapang bahu membau memberdayakan sumber dayanya untuk mewujudkan dan mengoptimalkan peran Kostratani yang sedang diprogramkan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

"BBPP Binuang sebagai UPT BPPSDMP, Kementerian Pertanian meningkatkan layanan BPP sebagai pusat data, pembelajaran, konsultasi, inovasi teknologi, membangun jejaring kerjasama," terang Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si.

 Model pemberdayaan BPP Kostratani dilakukan sekaligus untuk menjawab permasalahan kekinian yaitu akses informasi yang cepat dan tepat, terbatasnya anggaran.

Apalagi dengan dampak Covid-19 dan bencana banjir, tentunya para tim Widyaiswara tak boleh berhenti transfer ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna diwujudkan dengan membantu memberikan bimbingan secara online sehingga bisa dijangkau dari Sabang hingga Merauke.

Wisatani genap 12 bulan dilaunching. Menyongsong 1 tahun pandemi Covid-19 berlangsung, dengan segala keterbatasan, Kepala BBPP Binuang Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si mendorong agar Programma Wisatani harus jalan.

Kehadirannya harus dapat membantu dalam diseminasi informasi hasil telah menunjukkan salah satu BPP di ujung barat  Indonesia, yaitu BPP Kebayakan , Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

Mad Juardi, salah satu PPL di Kabupaten Aceh Tengah; Sulkipli Alumni Pelatihan Magang Jepang Angkatan 1, sebulan telah pulang kampung mwwujudkan usaha taninya dengan terus ikuti Wisatani.

Petani milenial yang berusaha ternak sapi dan pembudidaya ikan di Tarakan tengah Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara; Yulianto Purnawidya Pelatihan Inkubator Petani muda yang sekarang menjadi pelaku usaha agribisnis dan mendampingi kelompok taninya di Lok Bahu Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Kemudian Yocki salah satu peserta Wisata, dia mahasiswa kampus ternama di Kota Bogor, Jawa Barat memberikan apreasiasi yang positif atas pelayanan Programma Wisatani.

Bahkan dia berminat dan sedang mengadakan kajian tentang pupuk organik cair sekaligus menggeluti sebagai resaller POC yang menjadi produk Divisi Pengolahan Limbah Inkubator Agribisnis BBPP Binuang. 

Hartono pelaku usaha palawija dan perikanan di Kabupaten bangka Barat Propinsi Bangka Belitung inten ikuti Wisatani bahkan hingga order sarana produksi baik POC, Tricoderma, Bibit dan Buku yang dipesan melalui Aplikasi Sipromia, produk yang diproduksi oleh Divisi Pengolahan Limbah.

"Juga Pembibitan Inkubator Agribisnis BBPP Binuang dan semuanya telah membuktikan ilmu dan teknologi yang telah diikutinya,” imbuh Budiono, Widyaiswara BBPP Binuang.

Mereka banyak mendapat perhatian dari para Bupati, swasta hingga Polda. Pada 26 Februari 2021, berkesempatan Wakil Kapolda  Provinsi Aceh, Brigjen Pol Drs Raden Poerwadi SH meninjau dan melirik untuk menjadi gerakan masyarakat melalui Bintara Desa.

Program Bintara Desa ini merupakan jejaring kepolisian yang bertugas membina masyarakat di bidang ketertiban masyarakat yang berkedudukan di desa. Sehingga operasionalnya dapat bertim dengan para pasukan Kostratani, yaitu PPL Desa. 

"Pada kesempatan Wakapolda berkunjung ke demoplot budidaya tanaman sayuran organik di pekarangan melalui program Pekarangan Pangan Lestari,“ papar Mad Juardi, PPL di BPP Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.

Ia mengucapkan terima kasih atas segala bimbingan BBPP Binuang, baik informasi tentang pembuatan pupuk organik cair, biochart, kompos dan intensifikasi pekarangan melalui Zoom Wisatani maupun bimbingan melalui video call dan WA yang langsung dibimbing Budiono, salah satu Widyaiswara yang menjadi narasumber Programma Wisatani. 

Bahkan beliau melayani pengiriman POC produk divisi pengolahan limbah Inkubator Agribisnis yang dipesan melalui Aplikasi SIPROMIA, layanan pemasaran online produk divisi–divisi Inkubator Agribisnis,  Sehingga BPP kami mendapat perhatian baik dari pak Bupati hingga Polda Provinsi Aceh.

Khusus terkait berita-berita bahwa Aceh Provinsi termiskin di Pulau Sumatera, tentu dengan Demoplot di lahan BPP kami akan menjadi motivasi dan contoh bagi BPP lainnya dan Poktan/Gakpotan untuk menjadi gerakan masyarakat dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan di Provinsi Aceh. 

Tak kalah dengan Hartono hingga mampu menegmbangkan usahanya hingga Lampung dan mendapat apresiasi dari para petani dan pembudidaya ikan yang menggunakan teknologi Biochar sebagai bahan penetral keasaman tanah tambak. 

Tentu kesuksesan ini dapat memotivasi dan kepedulian Kementerian Pertanian, BPPSDMP dan BBPP Binuang serta intansi yang telah bersinergis menghadapi Pandemik Covid-19. 

Setidaknya telah 20.000 alumni programma Wisatani sejak April 2020-Maret 2021 telah menikmati dan membuktikan layanan BPP Binuang. Sebagaimana menjadi program perioritas Kementerian Pertanian yang telah dicanangkan Dr Syahrul Yassin Limpo dan arahan bapak kepala BPPSDMP Prof Dr Dedy Nursyamsi, yaitu percepatan meningkatkan kesejahteraan petani.
 
Ecogreen, Green – Food, dan Green Economic. 

Jejaring kemitraan dengan BPP Kostratani tentu akan menjadi base camp bagi desiminasi dan improvisasi inovasi teknologi spesifik lokal dan menjadi pusat pembelajaran dan konsultasi secara integral lintas bidang, sektor dan teritorial telah terbukti.[rilis]

Posting Komentar

0 Komentar