Realisasikan Tujuan Pembangunan Pertanian, Penyuluh Pertanian Bulungan Dibekali Skill IT

Realisasikan Tujuan Pembangunan Pertanian, Penyuluh Pertanian Bulungan Dibekali Skill IT

SEBANYAK 30 PPL Kostratani dan KJF Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara mengikuti Pelatihan Informasi dan Teknologi (IT) bagi Penyuluh Pertanian yang digelar Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.

Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Pertanian  Nomor 49 Tahun 2019 menyatakan bahwa Komando Strategis Pembangunan Pertanian yang selanjutnya disebut Kostratani merupakan gerakan pembaharuan pembangunan pertanian Nasional berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Kepala Badan PPSDMP Kementan, Prof Dedi Nursyamsi menyebutkan, gerakan pembaharuan ini mengaktifkan peran jajaran pertanian hingga ke tingkat Kecamatan yang diperkenalkan sebagai Komando Strategis Pembangunan Pertanian di Kecamatan yang selanjutnya disebut Kostratan.

Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 23 sampai 25 Juni 2021 yang bertempat di Dinas Pertanian Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas, H Sarifudin SE M.Si didampingi Widyaiswara BBPP Binuang, Angga Bayu Saputra S.ST M.I.Kom dan Kabid Penyuluhan Distan Bulungan, Suwandi S.ST.

Saat membuka pelatihan Sarifudin mengungkapkan, Kabupaten Bulungan merupakan wilayah program pengembangan kawasan Food Estate berbasis koorporasi. Untuk dapat mewujudkan program Kementerian Pertanian tersebut, perlu dipersiapkan SDM Pertanian yang andal dan berkompeten.

Sarifudin mengatakan, PPL adalah ujung tombak pembangunan pertanian tingkat Kecamatan segala macam bentuk data dan informasi berbasis TIK wajib dikuasasi oleh seorang penyuluh pertanian.

“Pelatihan yang digelar BBPP Binuang ini sangat bermanfaat guna menunjang tugas, peran dan fungsi BPP Kostratani di Kabupaten Bulungan, maka saya meminta kepala PPL dan KJF dapat mengikuti pelatihan ini sebaik mungkin selanjutnya mampu mengimplementasikan materi yang disampaikan fasilitator,” jelas Sarifudin.

Widyaiswara Pelatihan ini, Angga Bayu Saputra S.ST, M.I.Kom melaporkan, peserta nantinya akan mengikuti pelatihan selama 24 jam pelajaran, di antaranya membuat media penyuluh pertanian audio visual. 

“Selanjutnya peserta juga menerima materi cara mengakses dan memanfaatkan aplikasi dan sistem informasi kementrian pertanian, pemanfaatan teleconference sebagai media komunikasi penyuluhan pertanian dan yang terakhir Membuat Media Penyuluh Pertanian Tercetak,” terang Bayu.[rilis]


Lebih baru Lebih lama