Bappedalitbang Gelar Ekspose Akhir Kajian Pra-Studi Kelayakan Jalan Balangan-Kotabaru

KEGIATAN rapat ekspos di Aula Bappedalitbang Balangan.| foto : istimewa

PARINGIN - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Peneliatian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Balangan menyelenggarakan Rapat Penyampaian Hasil Ekspose akhir kajian pra studi kelayakan jalan Balangan-Kotabaru Kerjasama Pemerintah dengan Balitbangda Provinsi Kal-Sel bertempat di Aula III Bappedalitbang Balangan pada Senin (12/12/2022).

Pembangunan jaringan jalan sebagai urat nadi perekonomian diharapkan mampu menghubungkan simpul-simpul utama pusat pengembangan wilayah di Kabupaten Balangan.

Hadir dalam acara Kepala Bappedalitbang Kabupaten Balangan Rakhmadi Yusni, Tim Peneliti Ahli Pengembangan Wilayah Balangan Diah Nugrahini, Camat Halong Rusmin Nuriadin, Koordinator Tenaga Ahli Balitbangda Provinsi Kalsel, M Arief Anwar berserta tim rombongan.

Latar belakang kajian pra studi ini tentu bermanfaat bagi mempermudah aksesibilitas dan menunjang peningkatan ekonomi daerah, posisi strategis Kabupaten Balangan dalam persiapan mendukung Ibu Kota Negara, misi 1 RPJMD Kabupaten Balangan tahun 2021-2026 meningkatkan dan mengembangkan insfrastruktur perdesaan dan perkotaan melalui prioritas pembangunan daerah peningkatan konektivitas wilayah strategis dan potensial.

Kepala Bappedalitbang Balangan, Rakhmadi Yusni menyampaikan terkait hasil ekspose terakhir kelayakan jalan Balangan-Kotabaru secara umum rekomendasinya sangat layak untuk dikembangkan.

“Ini adalah ekspose terakhir kelayakan jalan Balangan-Kotabaru dimana tim peneliti dari Balitbangda Provinsi Kalsel melakukan ekspose akhir dan sudah dikajian melalui beberapa aspek secara umum yang rekomendasinya sangat layak untuk dikembangkan,” ucap Rakhmadi Yusni.

Ia menambahkan, adapun kendala yaitu hanya dari regulasi saja terkait dengan lahan hutan lindung karena dari hasil ekspose sendiri Balangan hanya 14,3 Km, kemudian dari Kotabaru sekitar 18 Km. Jadi, dari Kabupaten Balangan hanya memakan waktu 32,98 Km yang mana itu sudah sampai ke Kotabaru.

Rakhmadi berharap, tentu pelaksanaan ini sesuai dengan visi misi Bupati Balangan terkait membuka interkonektivitas dan sangat berharap unit bisa segera terealisasikan.

Pada kesempatan tersebut, selaku Koordinator Tenaga Ahli Balitbangda Provinsi Kalsel, M Arief Anwar juga menyampaikan studi ini layak dilanjutkan karena melihat dari beberapa aspek.

“Kita sudah melakukan dari berbagai aspek baik dari sisi hukum, kelembagaan, teknis, sisi sosial masyarakat, sisi ekonomi dan sisi aspek lingkungan. Secara keseluruhan hasilnya layak untuk dilanjutkan,” ungkap Arief.

Terakhir, disampaikan oleh Ahli Pengembangan Wilayah Balangan Diah Nugrahini terkait hasil jarak yang diperoleh melalui GPS Savior, Melihat adanya percepatan jarak tempuh tentu dapat meningkatkan perekonomian dua wilayah.

“Jadi untuk jarak tersebut diperoleh dari hasil GPS savior, untuk wilayah Balangan adalah desa Mamigang, melalui sawang kemudian Singsingan itu masih masuk wilayah Balangan kemudian Wayuwanin kemudian melalui dua anak sungai sampai di KM 41 Batuah, di KM 41 Kotabaru Batuah itu sudah masuk di jalan raya. Dengan adanya percepatan jarak tempuh Ini tentu dapat meningkatkan perekonomian dua wilayah,” paparnya.

Peranan jalan sebagaimana dijelaskan dalam UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan merupakan bagian sarana transportasi yang mempunyai peranan penting dalam bidang ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan. 

Dengan demikian jalan merupakan urat nadi dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang menduduki posisi penting yang strategis di dalam kegiatan pembangunan terutama untuk pembangunan pengembangan wilayah.[martino]