BARABAI - Kasus pembacokan aparat desa di Banua Budi ternyata melibatkan pelaku yang bukan penerima bantuan sosial (bansos). Pemerintah Desa Banua Budi memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi pada Rabu (26/11/2025).
Sekretaris Desa (Sekdes) Banua Budi, Muhammad Rahmansyah, menjelaskan bahwa pelaku tidak terdaftar sebagai penerima bansos.
Namun, bantuan berupa satu karung beras 10 kilogram dan satu liter minyak goreng sempat diberikan karena ada warga yang tidak mengambil jatahnya. Bantuan tersebut diambil langsung oleh pelaku bersama istrinya di Kantor Desa, pada hari Selasa 25 November 2025 siang.
"Terkait kejadian tadi pagi, pelaku ini memang tidak ada namanya dalam daftar penerima. Jadi, karena ada warga kami yang tidak mengambil bantuannya, maka atas inisiatif kami, bantuan itu kami serahkan kepada pelaku," ujar Rahmansyah.
Namun, pada pukul 15.00 WITA dihari yang sama, pelaku secara tiba-tiba mengembalikan bantuan tersebut seorang diri tanpa memberikan alasan apa pun.
Tindakan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan perangkat desa.
Rahmansyah juga berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar terkait penyaluran bantuan sosial di Desa Banua Budi. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus melakukan yang terbaik dalam mendistribusikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Saat ini, korban masih dalam penanganan medis di RSUD H Damanhuri Barabai, didampingi oleh keluarga dan aparat desa setempat. Aparat kepolisian juga tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif pelaku dan kronologi lengkap kejadian.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah setempat, yang berupaya untuk memastikan keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memberikan informasi yang diperlukan kepada pihak kepolisian demi kelancaran proses penyelidikan.[nata]
Tags
peristiwa
