PARINGIN - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Balangan mendorong Pemerintah Daerah untuk menggratiskan biaya penggunaan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama satu bulan bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Usulan tersebut disampaikan oleh Syahbudin, perwakilan PKS Balangan yang juga anggota DPRD Kabupaten Balangan, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi warga pascabanjir yang masih berjuang memulihkan lingkungan tempat tinggal mereka.
Syahbudin mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, banyak rumah warga yang hingga kini belum dapat dibersihkan secara maksimal akibat keterbatasan air bersih. Lumpur, sisa sampah, dan material banjir masih menumpuk di sejumlah permukiman.
“Ketika kami turun langsung ke masyarakat, kami melihat banyak rumah yang kondisinya masih kotor dan belum bisa dibersihkan. Warga ingin membersihkan, tetapi terkendala air,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak setelah banjir surut. Di beberapa wilayah, pasokan air terbatas, sementara jarak permukiman yang cukup jauh dari sungai maupun sumber air alternatif membuat warga kesulitan melakukan pembersihan secara mandiri.
“Air bersih ini sangat krusial. Selain untuk membersihkan rumah dari lumpur, juga untuk kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan menjaga kesehatan keluarga,” jelasnya.
Oleh karena itu, Syahbudin berharap Pemerintah Daerah, khususnya PDAM Kabupaten Balangan, dapat memberikan kebijakan khusus berupa penggratisan layanan air selama satu bulan ke depan bagi pelanggan yang terdampak banjir.
“Kami berharap ada kebijakan kemanusiaan dari pemerintah daerah dan PDAM, dengan menggratiskan layanan air PDAM selama satu bulan. Ini akan sangat membantu masyarakat untuk membersihkan rumah dan mempercepat pemulihan pascabanjir,” katanya.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya meringankan beban ekonomi warga yang terdampak, tetapi juga berdampak positif terhadap percepatan pemulihan lingkungan dan pencegahan penyakit pascabanjir.
“Jika lingkungan bersih lebih cepat, maka risiko penyakit juga bisa ditekan. Ini bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat bangkit kembali setelah bencana,” pungkasnya.[arsyad]
