Akselerasi Pendidikan, Pemkab HST Perjuangkan Sekolah Terintegrasi ke Kemdikdasmen RI

Akselerasi Pendidikan, Pemkab HST Perjuangkan Sekolah Terintegrasi ke Kemdikdasmen RI

BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) melakukan audiensi strategis dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI guna mengusulkan pembangunan sekolah terintegrasi berbasis pola konsolidasi serta menuntaskan revitalisasi sarana pendidikan pascabencana, Jumat (10/4/2026).

Langkah proaktif Bupati Samsul Rizal beserta jajaran ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi manajemen pendidikan melalui penggabungan jenjang TK hingga SMA dalam satu kawasan terpadu. 

Selain mengusulkan model sekolah inovatif, Pemerintah Kabupaten HST juga memaparkan progres pemulihan infrastruktur pendidikan yang terdampak banjir besar pada periode akhir 2025. 

Sinergitas antara dana APBD dan dukungan pusat telah berhasil meningkatkan rapor pendidikan daerah secara signifikan, membawa HST semakin dekat menuju predikat Tuntas Utama dalam Standar Pelayanan Minimal. 

Meski fokus nasional saat ini terbagi dengan pemulihan bencana di wilayah lain, kementerian memberikan sinyal positif bahwa program revitalisasi bagi 119 sekolah di Bumi Murakata akan tetap dilanjutkan secara bertahap.

“Pemkab HST mengajukan permohonan pembangunan Sekolah Terintegrasi dengan Pola Konsolidasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan,” ujar Bupati HST Samsul Rizal

Ia, menjelaskan bahwa rehabilitasi fisik sekolah yang rusak akibat bencana tetap menjadi prioritas utama demi menjamin keamanan siswa dalam belajar.

“Beberapa sekolah sudah dilakukan revitalisasi melalui dana APBD tahun 2025 sebagai langkah tanggap darurat pascabanjir,” tambahnya. 

Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, turut mengapresiasi kontribusi pemerintah pusat yang membantu percepatan perbaikan sarana prasarana.

“Revitalisasi ini telah mengantarkan peningkatan Poin Indeks Rapor Pendidikan HST sehingga target predikat Tuntas Utama semakin mendekati,” jelasnya.

Terkait kuota perbaikan sekolah tahun 2026, ia menegaskan pentingnya validasi data agar bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Berdasarkan informasi Kemdikdasmen, program revitalisasi sekolah di HST akan terus berlanjut dan dilakukan verifikasi secara bertahap,” ungkapnya. 

Menutup keterangannya, Anhar menyatakan komitmen daerah untuk terus mengawal kebijakan ini hingga seluruh satuan pendidikan kembali berfungsi optimal.

“Kami terus menanyakan kejelasan revitalisasi bagi 119 satuan sekolah agar mutu pendidikan di Hulu Sungai Tengah tetap kompetitif secara nasional,” tutupnya.[nata]
Lebih baru Lebih lama