Nakhoda Baru POBSI HST, Bang Jeck Siap Cetak Atlet Biliar Kelas Nasional

Nakhoda Baru POBSI HST, Bang Jeck Siap Cetak Atlet Biliar Kelas Nasional

BARABAI – Erwin Jecky Silalahi resmi menakhodai Pengurus Kabupaten Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Hulu Sungai Tengah masa bakti 2026–2030 setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Luar Biasa, Sabtu (30/5/2026).

Ajang regenerasi kepemimpinan yang diselenggarakan di Sekretariat Pusat Latihan POBSI Hulu Sungai Tengah, Kota Barabai tersebut melahirkan struktur kepengurusan taktis yang adaptif. 

Guna melegitimasi roda organisasi, tim formatur langsung bergerak cepat mengajukan berkas rekomendasi formal kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat sebagai syarat mutlak penerbitan surat keputusan pengesahan oleh Pengurus Provinsi POBSI Kalimantan Selatan. 

Dalam struktur baru ini, ketua terpilih yang akrab disapa Bang Jeck tersebut akan didampingi oleh Rusma Herdiyanto selaku Wakil Ketua, H. Muhammad Subhan Alfina sebagai Sekretaris, Tini Islamiyah di posisi Bendahara, serta diperkuat oleh deretan nama profesional yang mengisi lini pembinaan prestasi, perwasitan, hukum, hingga posisi pelatih yang diamanahkan kepada Bahrudin.

“Ini bukan pekerjaan satu orang, melainkan kerja bersama seluruh pengurus dan pencinta olahraga biliar di Hulu Sungai Tengah,” ujar Erwin Jecky Silalahi usai pelaksanaan musyawarah luar biasa.

Pihaknya memastikan kolektivitas kerja antarbidang akan menjadi kunci utama dalam menggerakkan roda organisasi secara profesional.

“Kami ingin biliar di HST semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” tambahnya. 

Guna mencapai target makro itu, manajemen baru ini berkomitmen untuk memperluas jejaring penjaringan bakat usia muda hingga ke tingkat kecamatan secara simultan.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan semua pihak demi kemajuan olahraga biliar di Hulu Sungai Tengah,” jelas Bang Jeck. 

Sinergisitas lintas sektor bersama pemerintah daerah dan pihak swasta dinilai krusial untuk memfasilitasi sarana kompetisi yang representatif bagi para atlet lokal.

“Target kami bukan hanya prestasi, tetapi juga menjadikan biliar sebagai olahraga yang semakin diminati oleh segenap lapisan masyarakat,” pungkasnya. 

Melalui restrukturisasi kepengurusan yang dinamis dan berorientasi pada pembinaan berkelanjutan ini, cabang olahraga biliar di Bumi Murakata diharapkan mampu mengikis stigma negatif dan menjelma menjadi lumbung medali emas baru bagi daerah.[nata]
Lebih baru Lebih lama