Bandel Jualan di Bahu Jalan, Dagangan PKL Pasar Keramat Barabai Terancam Disita

Bandel Jualan di Bahu Jalan, Dagangan PKL Pasar Keramat Barabai Terancam Disita

BARABAI - Tim gabungan lintas instansi Kabupaten Hulu Sungai Tengah menggelar operasi penertiban terhadap puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang nekat mengokupasi badan jalan di kawasan Jalan Pasar Keramat Barabai, Kamis (4/6/2026).

Operasi penataan ruang yang melibatkan Dinas Perdagangan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Satgas Pasar tersebut berjalan dengan aman dan kondusif tanpa ada pergolakan fisik di lapangan. 

Langkah tegas ini terpaksa diambil kembali oleh otoritas daerah menyusul tingginya keluhan masyarakat pengguna jalan terkait penyempitan jalur kemacetan parah yang rutin terjadi pada jam sibuk pagi dan sore hari. 

Ironisnya, mayoritas pelanggar ketertiban umum ini merupakan pedagang lama yang sebenarnya sudah memiliki lapak resmi di dalam pasar, namun sengaja memilih menggelar barang dagangan di bahu jalan demi memfasilitasi kebiasaan buruk konsumen yang ingin berbelanja tanpa harus turun dari kendaraan. 

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas relokasi yang representatif di kawasan Pasar Agro yang masih memiliki daya tampung ruang cukup luas.

“Ke depannya kalau masih pedagangnya itu-itu saja yang melanggar, mungkin akan kami sita dagangannya,” ujar Aris Waloyo. 

Sanksi penyitaan barang bukti ini dinilai perlu diterapkan sebagai efek jera karena imbauan persuasif yang dilakukan selama ini kerap diabaikan oleh para pedagang yang membandel.

“Kami juga akan koordinasi dengan SKPD terkait untuk melakukan patroli secara rutin atau periodik,” tambahnya. 

Langkah preventif melalui penjagaan posko terpadu di titik-titik rawan dirancang guna memastikan para pedagang tidak kembali menduduki area fasilitas umum yang telah dibersihkan.

Pihak kedinasan menyayangkan ego sebagian oknum pedagang yang mengorbankan hak-hak pejalan kaki dan pengendara demi mengejar keuntungan pribadi secara instan.

“Walau bagaimanapun peraturan memang harus kita laksanakan untuk ketertiban, kenyamanan, keindahan, dan estetika kita bersama,” tutupnya. 

Melalui konsistensi penegakan regulasi daerah dan kesadaran kolektif dari para pelaku usaha mikro, kawasan pusat perbelanjaan terbesar di Bumi Murakata ini diharapkan dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi yang bersih, asri, dan bebas dari kemacetan lalu lintas.[nata]
Lebih baru Lebih lama