Sinergitas di Tengah Lautan Jemaah, Pengamanan Haul ke-32 KH Mahfuz Amin Berjalan Sukses

Sinergitas di Tengah Lautan Jemaah, Pengamanan Haul ke-32 KH Mahfuz Amin Berjalan Sukses

BARABAI - Aparat Kepolisian Resor Hulu Sungai Tengah bersama tim gabungan lintas instansi dan sukarelawan mengerahkan barikade pengamanan terpadu guna mengawal kelancaran ritual keagamaan Haul ke-32 KH Mahfuz Amin di Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih, Minggu (7/6/2026).

Agenda pengamanan masif yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Hulu Sungai Tengah, Kompol Maturidi, tersebut difokuskan pada sterilisasi jalur perimeter rawan macet demi memberikan kenyamanan bagi ribuan jemaah yang datang dari berbagai penjuru daerah. 

Petugas gabungan disebar secara taktis ke sejumlah titik krusial, mulai dari posko pengaturan arus lalu lintas, kantong parkir kendaraan, hingga area utama majelis tempat berlangsungnya pembatasan zikir dan pembacaan manakib. 

Selain melakukan pengawasan secara terbuka dan tertutup, personel di lapangan juga aktif memberikan edukasi kamtibmas secara persuasif agar para jemaah senantiasa waspada terhadap keamanan barang bawaan pribadi mereka. 

Berkat kedisiplinan dan koordinasi yang solid antara petugas, panitia internal, dan elemen masyarakat, seluruh rangkaian haul ulama karismatik tersebut tuntas terlaksana dalam suasana yang khusyuk, tertib, dan aman.

“Pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polres HST dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan keagamaan,” ujar Kapolres AKBP Jupri JHP Tampubolon saat memberikan evaluasi resmi pasca-kegiatan.

Pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh barisan sukarelawan yang tanggap menjaga kondusivitas selama mobilitas jemaah memuncak.

“Alhamdulillah seluruh rangkaian Haul ke-32 KH. Mahfuz Amin dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar berkat sinergi seluruh pihak,” tambahnya. 

Pucuk pimpinan Polres Hulu Sungai Tengah tersebut juga menaruh harapan besar agar iklim kebersamaan yang harmonis ini dapat terus diadopsi pada kegiatan kemasyarakatan lainnya.

“Semangat kebersamaan dan kekompakan antara aparat keamanan, panitia, dan masyarakat ini harus terus terjaga,” jelasnya. 

Melalui integrasi emosional yang baik antara petugas hukum dan warga, setiap potensi gesekan sosial di ruang publik diyakini dapat diredam sejak dini.

“Diharapkan setiap kegiatan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dapat berlangsung dalam situasi yang kondusif,” pungkasnya. 

Melalui keberhasilan pengamanan terpadu yang humanis ini, komitmen jajaran Polres Hulu Sungai Tengah dalam mengawal kebebasan beribadah dan merawat tradisi spiritual masyarakat di Bumi Murakata terbukti berjalan optimal dan profesional.[nata]
Lebih baru Lebih lama