JAKARTA – Mahasiswa semester enam Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra Surabaya memproduksi film pendek bergenre drama religius-psikologis berjudul After The Amen guna membongkar isu tabu mengenai penyalahgunaan kepercayaan di lingkungan keagamaan, Selasa (2/6/2026).
Sinema edukatif garapan Credo Films yang menjadi proyek tugas akhir mata kuliah produksi film tersebut menjajaki pergulatan batin Daniel, seorang pendeta muda karismatik yang menyimpan dualisme kehidupan di balik citra kesalehannya.
Konflik moral dalam narasi mulai menegang dan merusak ruang sakral peribadatan setelah kehadiran jemaat baru bernama Mariela, yang perlahan menyingkap tabir kelemahan sang tokoh utama hingga berujung pada pengkhianatan iman.
Proses pengambilan gambar sinematik ini dieksekusi selama dua hari di kawasan Surabaya Barat dengan melibatkan kolaborasi mahasiswa lintas angkatan.
Setelah sukses menggelar penayangan perdana terbatas pada akhir Mei lalu, karya sinema yang menonjolkan kontras visual ruang publik gereja dan kesunyian pribadi ini dijadwalkan mentas pada program *Open Air* dalam gelaran *5th Ciputra Film Festival* di Ciputra World Surabaya, Rabu (3/6/2026) besok.
“Film ini adalah sebuah pernyataan berani mengenai isu yang sering kali dianggap tabu untuk dibicarakan oleh masyarakat luas,” ujar sutradara *After The Amen*, Putu Rheina Vijayanti.
Melalui pendekatan psikologis ini, tim produksi ingin menantang daya kritis penonton dalam melihat dinamika sosial di institusi keagamaan.
“Lewat karya ini, kami ingin memberikan ruang diskusi bagi audiens mengenai kejujuran pada institusi yang paling sakral sekalipun,” tambahnya.
Pihak rumah produksi mahasiswa juga menyatakan bahwa pemilihan nama "Credo" yang diserap dari bahasa Latin memiliki korelasi kuat dengan visi artistik yang mereka bangun.
“Nama Credo berasal dari bahasa Latin yang berarti 'Aku Percaya', sebuah filosofi yang melandasi komitmen kami dalam melahirkan sinema yang bermakna,” ungkapnya.
Guna memperluas jangkauan apresiasi seni dari publik, tim produksi kini gencar melakukan aktivitas promosi interaktif melalui platform digital.
“Kami juga membuka akses informasi dan interaksi daring mengenai detail sinematografi ini melalui akun Instagram resmi @credofilms_,” tutupnya.
Melalui keberanian mengangkat dinamika moralitas yang dikemas secara estetis ini, karya mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya tersebut diharapkan mampu memperkaya khazanah film pendek independen yang sarat akan pesan kritik sosial positif di Indonesia.[nata]
Tags
humaniora
