BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memulai perbaikan ruas jalan kawasan Birayang menuju Wawai, Kecamatan Batang Alai Selatan, guna mengatasi kerusakan yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.
Pantauan di lokasi pekerjaan menunjukkan sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk mengerok lapisan aspal lama yang sudah rusak.
Para pekerja juga terlihat melakukan penanganan struktur jalan berupa pengecoran beton pada titik-titik yang lemah, sebelum tahap pelapisan aspal baru dilaksanakan.
Jalur ini merupakan akses utama yang cukup padat digunakan warga untuk perjalanan sehari-hari, sekaligus jalur angkutan hasil pertanian dan kendaraan berat.
Selama proses perbaikan berlangsung, arus lalu lintas tetap berjalan dengan pengaturan petugas, meskipun kendaraan harus melintas secara bergantian di beberapa bagian.
Sebelumnya, kondisi jalan ini dinilai sangat memprihatinkan. Kerusakan permukaan serta debu yang beterbangan setiap kali kendaraan lewat kerap mengganggu kenyamanan warga yang tinggal di sepanjang jalur tersebut maupun pengguna jalan.
"Kalau musim kemarau, debunya sangat tebal setiap kendaraan, terutama truk, melintas. Kondisi jalannya pun sudah rusak parah, sehingga perbaikan ini memang sudah lama kami nantikan," ujar warga setempat, Ali Yasin.
Ia menjelaskan bahwa keluhan mengenai kondisi jalan ini sudah disampaikan warga selama bertahun-tahun, mengingat fungsinya yang sangat vital bagi perekonomian wilayah tersebut. Oleh karena itu, perbaikan yang kini mulai dilaksanakan disambut dengan rasa syukur yang mendalam.
"Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih karena jalan ini akhirnya ditangani. Harapan utama kami, pekerjaan ini dilaksanakan dengan kualitas yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan," tambahnya.
Ali Yasin juga berharap pemerintah daerah senantiasa melanjutkan pemerataan pembangunan di berbagai pelosok wilayah.
"Teruslah membenahi infrastruktur di HST secara bertahap. Pemerintah bekerja melayani rakyat, sehingga setiap hasil pembangunan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR HST H. Syahidin menjelaskan bahwa ruas yang dikerjakan mencakup jalur Birayang hingga Batu Tangga dan Tandilang secara bertahap.
Pekerjaan ini dimulai sejak kontrak ditandatangani pada 22 Juni 2026 dengan waktu penyelesaian 180 hari kalender dan anggaran sekitar Rp12 miliar bersumber dari APBD HST.
"Penanganan yang dilakukan meliputi pelapisan aspal pada sebagian ruas, pengecoran beton di titik tertentu, serta pembenahan lokasi yang rawan longsor," jelas Syahidin, Senin (13/7/2026).
Pihaknya juga menegaskan komitmen untuk terus mewujudkan pemerataan infrastruktur jalan guna mendukung kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.[nata]
Tags
hulu sungai tengah
