Univsm Balangan Gelar Bazar Kewirausahaan, Mahasiswa Tampilkan Produk Kreatif

Univsm Balangan Gelar Bazar Kewirausahaan, Mahasiswa Tampilkan Produk Kreatif

PARA Mahasiswa Univsm Prodi Manajemen.| foto : istimewa

PARINGIN - Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Sapta Mandiri (Univsm) Balangan menggelar Bazar Kewirausahaan sebagai bagian dari praktik mata kuliah kewirausahaan sekaligus menjadi penilaian Ujian Akhir Semester (UAS), Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WITA hingga 17.30 WITA itu diikuti seluruh mahasiswa Program Studi Manajemen yang mengambil mata kuliah kewirausahaan, terdiri dari sembilan kelas. Setiap kelas dibagi menjadi empat hingga enam kelompok yang masing-masing menghadirkan produk untuk dipasarkan kepada pengunjung.

Pelaksanaan bazar turut didukung oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen (HMPM) Universitas Sapta Mandiri yang bertindak sebagai panitia kegiatan. HMPM berperan dalam membantu koordinasi pelaksanaan bazar, mulai dari persiapan tempat, pengaturan jalannya kegiatan, hingga mendukung kelancaran pelaksanaan acara.

Beragam produk ditawarkan dalam bazar tersebut, mulai dari aneka kuliner seperti puding, donat waluh, asinan Banjar, berbagai jenis minuman, pisang ijo, keripik pisang, lumpia rebung, hingga beragam makanan dan camilan lainnya. Selain itu, mahasiswa juga menampilkan produk kerajinan tangan, seperti bucket bunga.

Produk yang dijual merupakan hasil kreativitas mahasiswa, baik berupa olahan yang diproduksi sendiri maupun produk UMKM yang dikemas ulang (repacking) dengan konsep dan strategi pemasaran yang telah dirancang oleh masing-masing kelompok.

Koordinator Mata Kuliah Kewirausahaan, Rizki Diah Afritanti, mengatakan bazar ini menjadi media bagi mahasiswa untuk menerapkan secara langsung teori kewirausahaan yang telah dipelajari di kelas.

"Melalui bazar ini, mahasiswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga merasakan langsung bagaimana merencanakan usaha, menentukan strategi pemasaran, melayani konsumen, hingga mengelola keuntungan. Pengalaman seperti ini menjadi bekal penting untuk membangun jiwa wirausaha," ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penilaian UAS mata kuliah kewirausahaan yang diampu oleh lima dosen. Penilaian tidak hanya berfokus pada hasil penjualan, tetapi juga mencakup kreativitas produk, inovasi, kerja sama tim, serta kemampuan mahasiswa dalam memasarkan produknya.

Rizki berharap pengalaman yang diperoleh melalui bazar ini mampu menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan mahasiswa, sehingga setelah lulus mereka tidak hanya siap menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.[martin]
Lebih baru Lebih lama