BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mempercepat pembangunan berbagai fasilitas pengolahan sampah modern untuk mengatasi krisis pengelolaan kebersihan di wilayahnya, Barabai, Rabu (12/8/2026).
Langkah agresif ini diambil menyusul data volume sampah harian di HST yang mencapai sekitar 75 ton per hari, dengan tingkat pengangkutan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) baru menyentuh angka 52 persen.
Sebanyak 48 persen sisanya masih tersebar di lingkungan pemukiman, mencemari aliran sungai, dibakar secara liar, atau terbuang tanpa penanganan yang berwawasan lingkungan.
Kondisi tersebut memperpendek usia operasional TPA, sehingga pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan fisik dan penguatan sistem modernisasi dari hilir ke hulu.
"Fungsi TPA sebenarnya hanya untuk menampung residu yang sudah dipilah," ujar Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas DLH HST, Muhammad Fadillah
Guna menunjang sistem tersebut, pemerintah daerah tengah memacu percepatan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) serta memfasilitasi integrasi Bank Sampah hingga tingkat desa.
Fokus proyek fisik saat ini terpusat di lokasi TPA Talung, tempat pembangunan sarana pengolahan modern dan fasilitas pengurukan residu yang ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Infrastruktur ini dirancang terpadu menggunakan mesin pemilah otomatis, instalasi pengolahan kompos, hingga fasilitas budidaya maggot untuk mengkonversi limbah organik menjadi pakan ternak bernilai ekonomi.
"Sesuai regulasi nasional, per tahun 2027 konsep TPA konvensional akan dihapus dan berganti menjadi Lahan Urukan Residu yang ketat," tegasnya.
Pemerintah daerah meyakini bahwa keberadaan fasilitas modern ini hanya akan optimal jika diimbangi dengan kesadaran warga dalam memilah limbah rumah tangga.
"Pilot project di Desa Matang Ginalon menjadi acuan bagaimana pengolahan terpadu berbasis masyarakat dapat diterapkan secara mandiri," lanjutnya.
Melalui integrasi sarana fisik dan sosialisasi masif bersama elemen masyarakat, HST optimistis dapat membangun sistem tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
"Kami berharap masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah agar usia pakai infrastruktur pengolahan ini bertahan lebih lama," pungkasnya.[nata]
Tags
humaniora
