KETUA Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknik (FST) Univsm, Muhammad Iqbal.| foto : istimewa
PARINGIN - Penyelesaian tunggakan gaji dosen dan tenaga kependidikan di Universitas Sapta Mandiri (Univsm), Kabupaten Balangan, diharapkan menjadi titik balik untuk memulihkan suasana akademik sekaligus memperkuat komunikasi di lingkungan kampus.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Sains dan Teknik (FST) Univsm, Muhammad Iqbal, mengajak seluruh elemen kampus menjadikan persoalan yang terjadi sebagai bahan evaluasi bersama, bukan pemicu munculnya persoalan baru.
Menurut Iqbal, keberlangsungan proses pendidikan menjadi kepentingan utama mahasiswa. Karena itu, komunikasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pihak pengelola universitas perlu terus dibangun agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara terbuka dan melalui musyawarah.
“Semoga hal ini dapat mengakhiri krisis yang ada dan kita berharap ke depannya kejadian serupa tidak akan terjadi lagi,” kata Iqbal.
Ia menambahkan, mahasiswa membutuhkan lingkungan akademik yang aman dan kondusif agar proses perkuliahan dapat berjalan optimal.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga kondusivitas kampus. Mahasiswa tentu berharap proses akademik dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya, dan setiap persoalan yang muncul ke depan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah,” ujarnya.
Iqbal juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan polemik yang telah berlalu sebagai alasan untuk memperlebar perbedaan di lingkungan kampus. Sebaliknya, persoalan tersebut dinilai dapat menjadi pembelajaran untuk membangun pola komunikasi dan koordinasi yang lebih baik.
Sebelumnya, Rektor Univsm Abdul Hamid memastikan pembayaran tunggakan gaji dosen dan tenaga kependidikan hingga Agustus 2026 telah diselesaikan pada Rabu (30/9/2026).
Hamid mengatakan, pembayaran telah dilakukan kepada pihak yang sebelumnya masih memiliki hak yang belum diterima. Meski demikian, sebagian penerima disebut belum mengambil pembayaran yang telah disiapkan.
“Pembayaran sudah lunas dilakukan sampai dengan bulan Agustus, namun ada sebagian di antaranya belum mengambil,” kata Hamid kepada awak media, Kamis (1/10/2026).
Sementara itu, pembayaran gaji September 2026 masih dalam proses secara akumulatif, terutama bagi dosen dan tenaga kependidikan yang sebelumnya belum menerima pembayaran hingga Agustus.
Di tengah penyelesaian persoalan internal tersebut, Univsm juga memiliki peran dalam mendukung program pendidikan Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Program Beasiswa 1.000 Sarjana.
Melalui Yayasan Sapta Bakti Pendidikan (YSBP), Univsm menjadi salah satu perguruan tinggi mitra program tersebut. Mahasiswa penerima manfaat yang berkuliah di Univsm memperoleh skema pembiayaan pendidikan tanpa harus terlebih dahulu mengeluarkan dana pribadi untuk membayar biaya kuliah.
Skema tersebut berbeda dengan mekanisme reimburse yang diterapkan pada sejumlah perguruan tinggi mitra lainnya. Dalam sistem reimburse, penerima beasiswa terlebih dahulu membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) menggunakan dana pribadi, kemudian memperoleh penggantian setelah dana program dicairkan kepada perguruan tinggi.
Dengan penyelesaian tunggakan gaji hingga Agustus tersebut, perhatian civitas akademika kini diarahkan pada keberlanjutan aktivitas perkuliahan dan penguatan tata kelola kampus agar proses pendidikan dapat berlangsung secara stabil.
Bagi mahasiswa, kepastian pembayaran hak tenaga pendidik dan kependidikan serta komunikasi yang terbuka menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang kondusif.[martin]
Tags
balangan
