Abdul Hadi dari Masyarakat untuk Masyarakat

PARINGIN - Meski berasal dari Kecamatan Halong dan kini sudah menjadi Bupati Kabupaten Balangan, namun H Abdul Hadi tidak lupa dari mana dirinya berasal. Yakni dari masyarakat yang sama seperti masyarakat yang diayominya saat ini.

Sikap merakyat orang nomor satu di Kabupaten Balangan ini ditunjukkan saat masyarakatnya terkena musibah banjir pada akhir Oktober dan awal Desember 2021 lalu. 

Kala itu, H Abdul Hadi terjun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan support, memberi semangat, dan tentu saja memberikan bantuan, kepada mereka yang terdampak.

Waktu itu, selama beberapa hari sejumlah wilayah di Kabupaten Balangan direndam banjir. Tercatat tujuh kecamatan, puluhan desa, ratusan buah rumah, dan ribuan warga terdampak. Bencana ini melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Di tengah banjir itu, orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Bumi Sanggam ini turut berpartisipasi membantu secara langsung. Ia bahkan ikut memasak masi di dapur umum di salah satu desa terdampak banjir.

H Abdul Hadi bahkan ikut ‘mengawah’ (memasak dalam wajah besar, red) di dapur umum Kecamatan Awayan. Nasi yang dimasak tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat di dua kecamatan yang terdampak banjir. Yakni di Kecamatan Awayan dan Tebing Tinggi.

“Kita melihat banyak rumah warga yang terendam. Penghuninya pasti tidak bisa memasak. Jadi kita secepatnya menyediakan makanan untuk mereka, melalui dapur umum ini. Kita akan distribusikan langsung begitu makanannya siap,” ujar Abdul Hadi, kala itu.

Dari kegiatan tersebut, kita dapat menilai bagaimana sikap pimpinan Kabupaten Balangan ini, yang siap sedia mengayomi masyarakat, di kala susah atau tertimpa musibah.

Pada situasi banjir tersebut, Bupati H Abdul Hadi mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masyarakatnya yang terdampak banjir. 

Dirinya takut kalau masyarakat ada yang kelaparan, dan ada lansia yang perlu pertolongan. Sehingga ia meminta pihak terkait untuk secepatnya mendirikan dapur umum dan posko banjir.

“Jangan sampai ada masyarakat kita yang kelaparan karena banjir ini. Jangan sampai ada yang meninggal karena banjir ini. Jadi posko-posko dan dapur umum harus cepat ada di situasi yang seperti ini,” ucapnya waktu itu.[martino]