PELAIHARI - Suasana Aula Kantor Kelurahan Saranghalang tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah warga lanjut usia terlihat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan dalam kegiatan Sekolah Lansia Seruni, program yang terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Laut (Tala) untuk membantu para lansia menjalani masa tua yang sehat, mandiri, dan tetap produktif, Rabu (8/7/2026).
Program yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tala itu kembali menghadirkan edukasi kesehatan sebagai bekal penting bagi para peserta. Tidak hanya membahas kondisi fisik, materi yang diberikan juga menyentuh aspek mental dan sosial yang berpengaruh besar terhadap kualitas hidup lansia.
Kepala DP3AP2KB Tala, Maria Ulfah, mengingatkan bahwa memasuki usia lanjut bukan berarti berhenti beraktivitas. Justru, tetap bergerak dan melakukan kegiatan sehari-hari menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan tubuh.
"Ketika kita masuk usia lansia, kita tidak boleh bermalas-malasan. Harus lebih banyak beraktivitas, bisa dengan jalan kaki, beres-beres rumah, berkebun, atau melakukan kegiatan-kegiatan positif lainnya," ujar Maria Ulfah.
Pesan tersebut menjadi pengantar bagi para peserta untuk memahami bahwa penuaan bukan sesuatu yang harus ditakuti. Dengan pola hidup yang tepat, lansia tetap dapat menikmati kehidupan secara aktif dan mandiri.
Pemahaman itu kemudian diperkuat oleh praktisi medis dr. Hendri Kusuma yang menjelaskan bahwa bertambahnya usia memang membawa perubahan alami pada tubuh. Fungsi organ perlahan menurun dan massa otot berkurang, namun kondisi tersebut dapat diperlambat melalui berbagai upaya kesehatan.
Menurut dr. Hendri, masih banyak masyarakat yang menganggap lansia sehat adalah mereka yang sama sekali tidak memiliki penyakit. Padahal, ukuran kesehatan pada usia lanjut lebih ditentukan oleh kemampuan seseorang untuk tetap mandiri dan mengelola kondisi kesehatannya dengan baik.
"Tapi poinnya, lansia sehat itu bukan lansia yang sepenuhnya terhindar dari penyakit. Lansia sehat adalah lansia yang tetap mandiri, bisa mengendalikan penyakitnya, dan melalui berbagai intervensi kita berharap dapat memperlambat laju penuaan," jelas dr. Hendri.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengendalikan berbagai penyakit kronis yang sering dialami lansia, seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, maupun asam urat. Jika tidak terkontrol, penyakit tersebut dapat mempercepat proses penuaan dan menurunkan kualitas hidup.
Selain pemeriksaan kesehatan secara rutin, aktivitas fisik menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, penyusutan otot merupakan salah satu tanda penuaan yang paling sering terjadi, sehingga tubuh perlu terus dilatih agar tetap kuat dan bugar.
"Kemudian yang kedua, tetap melakukan aktivitas fisik secara rutin karena salah satu tanda penuaan adalah penyusutan otot. Jadi bagaimana kita menghindari, atau setidaknya memperlambat laju penyusutan otot itu dengan aktivitas fisik yang rutin, 150 menit per minggu atau sesuai kemampuan," tambahnya.
Tak hanya bergerak aktif, para lansia juga dianjurkan menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Asupan protein yang cukup dan konsumsi sayuran secara teratur dinilai penting untuk mempertahankan massa otot sekaligus menjaga kebugaran tubuh.
Di penghujung kegiatan, peserta kembali diingatkan untuk tidak menarik diri dari lingkungan sosial. Bagi lansia, menjaga hubungan dengan keluarga, tetangga, maupun komunitas dapat menjadi salah satu cara efektif menjaga kesehatan mental dan mencegah rasa kesepian.
Melalui Sekolah Lansia Seruni, Pemkab Tala tidak hanya menghadirkan ruang belajar bagi para lansia, tetapi juga membangun semangat bahwa usia senja tetap bisa dijalani dengan sehat, aktif, dan penuh makna. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lansia yang berdaya serta tetap memiliki peran di tengah kehidupan bermasyarakat.[lastri]
Tags
tanah laut
