BARABAI - Aksi saling pukulkan antar-pemain sempat mewarnai laga pembuka Turnamen Sepak Bola Kemboja Cup XVIII yang mempertemukan Mahbara MMC x BMC Agro Gurun Putra FC melawan Putera Meratus FC di Lapangan Bina Muda, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa (4/8/2026).
Insiden tak menyenangkan tersebut meletus akibat tingginya tensi pertandingan saat terjadi perebutan bola sengit di area pertahanan.
Wasit yang memimpin jalannya laga langsung bertindak tegas dengan melayangkan kartu merah kepada pemain yang memicu keributan.
Ketua Pelaksana Kemboja Cup XVIII, Kursani, membenarkan adanya bentrokan fisik di tengah lapangan tersebut.
Pihaknya mengakui kejadian ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi seluruh panitia penyelenggara.
"Menurut informasi yang diterima panitia, salah seorang pemain lebih dulu melakukan pemukulan sehingga wasit mengambil tindakan tegas dengan mengeluarkan kartu merah," kata Kursani saat ditemui awak media.
Setelah dikeluarankannya kartu merah tersebut, kondisi di lapangan berangsur-angsur dapat dikendalikan hingga laga usai. Tim Mahbara MMC x BMC Agro Gurun Putra FC pun menutup pertandingan dengan kemenangan telak tanpa balas atas lawannya.
"Setelah wasit mengambil keputusan, situasi berangsur kondusif dan pertandingan kembali dilanjutkan hingga peluit panjang dibunyikan dan Mahbara MMC x BMC Agro Gurun Putra FC akhirnya menang telak 8-0 atas Putera Meratus FC," jelasnya.
Panitia pelaksana mengapresiasi kinerja cepat petugas keamanan yang berhasil meredam tensi panas agar keributan tidak meluas. Langkah sigap tersebut membuat ajang bergengsi yang sempat vakum selama setahun ini dapat berlanjut aman.
"Ini menjadi ujian kesiapan panitia dan pengamanan pada pertandingan perdana. Tentu menjadi evaluasi bagi kami agar pengamanan dan antisipasi di pertandingan berikutnya lebih maksimal," tegas Kursani.
Guna mencegah kesalahpahaman publik, Kursani menegaskan bahwa gesekan fisik murni terjadi di antara para atlet yang berlaga. Keributan dipastikan tidak merembet hingga ke area tribune penonton maupun melibatkan massa suporter kedua tim.
"Masalahnya sudah selesai di lapangan. Yang terjadi hanya gesekan antar pemain, bukan antarsuporter. Kami ingin masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya," pungkasnya.[nata]
Tags
peristiwa
